world.svg
Collateralized vs Algorithmic Stablecoin: Manakah Pilihan Stablecoin yang Paling Aman?
Collateralized vs Algorithmic Stablecoin: Manakah Pilihan Stablecoin yang Paling Aman?

Read in English

Mayoritas stablecoin mendapatkan pasak mereka dari agunan (kolateral). Beberapa yang lain tidak, seperti algorithmic stablecoin.

Yuk, Berkenalan dengan Collateralized & Algorithmic Stablecoin

Apa Itu Collateralized Stablecoin?

Collateralized stablecoin adalah tipe stablecoin yang seluruhnya atau hampir seluruhnya didukung oleh jaminan yang disimpan dalam sebuah cadangan (reserve). Jaminan yang diberikan pada stablecoin ini dapat bervariasi. Di antaranya yaitu uang tunai, surat berharga, pembelian obligasi, dan lainnya.

Baca juga: Apa Itu Collateralized Stablecoin? Apa Saja Jenis-Jenis & Contohnya?

Apa Itu Algorithmic Stablecoin?

Algorithmic stablecoin merupakan tipe stablecoin yang tidak mengandalkan fiat atau aset kripto lain sebagai patokan (peg). Tetapi, stablecoin ini hanya mengandalkan kontrak pintar (smart contract), yang bertugas mengatur kapitalisasi pasar berdasarkan fluktuasi harga.

Jika harga turun, maka ia akan mengurangi total pasokan agar harga bisa kembali naik. Namun, jika harganya naik terlalu tinggi, maka ia akan menambahkan lebih banyak token ke dalam sirkulasi sehingga membuat harga kembali turun. Dengan kata lain, aset ini menggunakan algoritma yang dapat mencetak lebih banyak koin saat harganya naik, kemudian membelinya kembali atau membakarnya saat harganya turun.

Baca juga: Apa Itu Algorithmic Stablecoin? Apa Saja Jenis-Jenis & Contohnya?

Collateralized vs Algorithmic Stablecoin: Manakah Stablecoin yang Paling Aman?

Sebagian besar stablecoin, meskipun tidak semuanya, menghasilkan pasak mereka dari agunan. Di sisi lain, beberapa lainnya yang tergolong dalam tipe algorithmic stablecoin, memiliki mekanisme yang berbeda. Secara garis besar, ada tiga faktor penting yang berpotensi menggoyahkan pasak algorithmic stablecoin, sehingga menjadikan collateralized stablecoin lebih unggul.

  • Fluktuasi nilai tukar sementara dapat mengacaukan stablecoin algoritmik ini, menempatkan pembayaran dan transfer dalam risiko.
  • Stablecoin ini mengandalkan data eksternal, seperti nilai tukar, untuk mengontrol pasokan dan mempertahankan pasaknya. Kualitas data yang buruk, keterlambatan dalam pelaporan data, dan kesalahan data dapat membuat stablecoin ini menjadi lebih tidak stabil.
  • Risiko kontrak pintar, tidak menutup kemungkinan akan ada risiko berupa bug yang ada dalam kode kontrak pintarnya. Kondisi ini kemudian dapat menimbulkan bencana besar bagi stablecoin terkait.

Algorithmic stablecoin dinilai memiliki risiko yang tinggi karena jenis aset kripto ini tidak benar-benar didukung oleh aset dunia nyata mana pun. Oleh karena tidak memiliki jaminan, stabilitas harga bukanlah hal yang pasti dibandingkan dengan stablecoin pada umumnya.

Selain itu algorithmic stablecoin juga membutuhkan permintaan (demand) untuk mempertahankan nilai. Kita semua tahu bagaimana permintaan koin di industri kripto dapat berubah secara drastis karena berbagai faktor, dan hal tersebut juga merupakan titik kelemahan besar untuk algorithmic stablecoin.

Kolateral atau agunan yang berupa liquid, seperti uang tunai, dinilai sangat ideal untuk stablecoin karena dapat ditransfer lebih cepat daripada aset lainnya. Dan mekanisme seperti ini tentunya hanya dimiliki oleh aset dengan tipe collateralized stablecoin, tepatnya kategori fiat-collateralized. Jaminan tunai memungkinkan pasokan stablecoin untuk mengembang (inflate) atau mengempis (deflate) dengan cepat. Dengan demikian, mekanisme seperti itu bisa memastikan kontrol yang akurat dari pasak mereka.

Kesimpulan

Meskipun kelihatannya semua stablecoin serupa, ternyata tidak semua stablecoin didesain sama. Collateralized stablecoin didukung oleh aset yang dijaminkan (collateralized asset). Sedangkan, algorithmic stablecoin didukung oleh algoritma kontrak pintar. Di antara keduanya, stablecoin yang dijaminkan (collateralized) adalah pilihan yang dipercaya lebih baik.

Hal itu karena algorithmic stablecoin berpotensi untuk membawa para penggunanya kepada risiko yang lebih tinggi. Ditambah lagi, segenap legislator di kemudian hari kemungkinan akan menerima stablecoin sebagai metode pembayaran. Namun, legislator cenderung hanya akan menerima atau meregulasi stablecoin yang mendapat dukungan dari agunan (kolateral). Kolateral itulah yang lebih dapat diandalkan dan membuat stablecoin terkait memiliki ketahanan lebih agar tetap bisa stabil di segala kondisi pasar.

Artikel ini membantu kamu ngga?

Bagikan :

Kabar Menarik

Cara Mudah Masuk dan Mendaftar di Nobi
Cara Mudah Deposit di Nobi
Lebih Mudah Bergabung Dengan NOBI!
All NOBI Fees Explain
Biaya NOBI
DeFi Masa Depan Keuangan
DeFi, Sistem Keuangan Masa Depan
Info Penting: Delisting HNST di NOBI
Info Penting: Delistin...
banner
NOBI Group Luncurkan NOBI Dana Kripto, P...
NOBI Group Luncurkan N...
banner
Konversi Otomatis Saldo FIRO, DASH &...
Konversi Otomatis Sald...
banner
Info Penting: Delisting Aset Kripto di NOBI
Info Penting: Delistin...
banner
NOBI Earn Akan Kami Discontinue Sementara
NOBI Earn Akan Kami Di...
banner
NOBI Resmi Mendapatkan Lisensi Pedagang ...
NOBI Resmi Mendapatkan...