world.svg
Apa Itu Algorithmic Stablecoin? Apa Saja Jenis-Jenis & Contohnya?
Apa Itu Algorithmic Stablecoin? Apa Saja Jenis-Jenis & Contohnya?

Read in English

Yuk, Berkenalan dengan Algorithmic Stablecoin

Terlepas dari keruntuhan Terra LUNA sebanyak 99,47% dalam kurun waktu sehari semalam pada Mei lalu, ternyata aset ini termasuk dalam kelas aset stablecoin, lho. Tapi, tipe stablecoin yang mana, ya? Yup. Betul sekali. TerraUSD (UST) adalah salah satu proyek aset kripto dalam kategori algorithmic stablecoin.

Percaya atau pun tidak, ternyata algorithmic stablecoin sendiri dinilai sebagai inovasi terbaik dari keuangan terdesentralisasi (DeFi). Tipe stablecoin ini diyakini mampu berkomitmen untuk meningkatkan bagaimana stablecoin bekerja. Tanpa memerlukan peran dari bank sentral, kelas aset stablecoin dan juga aset kripto lainnya dapat terus menyokong pasar keuangan yang terus berkembang pesat melalui eksistensi smart contract yang transparan.

Pada awalnya, algorithmic stablecoin memang didesain untuk menjaga stabilitas harga. Bagaimana caranya? Yaitu dengan secara aktif mempertahankan keseimbangan pasokan mata uang yang beredar, sesuai dengan penawaran dan permintaan di pasar. Nyatanya, jenis kripto ini tidak terikat pada aset cadangan seperti dolar AS. Tetapi, aset ini mengimplementasikan algoritma yang bertugas untuk mencetak lebih banyak koin ketika harganya naik, dan kemudian membelinya kembali serta membakarnya (burning) ketika harganya turun.

Jenis-Jenis Algorithmic Stablecoin

Ada tiga tipe algorithmic stablecoin, yaitu rebase, seigniorage, dan fractional algorithmic. Masing-masing tipe stablecoin ini menggunakan jenis algoritma yang berbeda untuk mempertahankan nilai.

a. Rebasing algorithmic stablecoin

Algorithmic stablecoin jenis ini umumnya memanipulasi pasokan dasar untuk mempertahankan pegging atau pasaknya. Protokol akan melakukan minting (menambah) atau burning (menghapus) pasokan dari sirkulasi pasar yang sebanding dengan deviasi harga stablecoin dari 1 dolar AS. Apabila harga stablecoin tersebut mencapai lebih dari 1 dolar AS, maka protokol akan melakukan minting koin. Tetapi, jika harga stablecoin tersebut kurang dari satu dolar AS, maka protokol akan melakukan burning. Ampleforth adalah salah satu contoh stablecoin rebase dalam tipe ini.

b. Seigniorage algorithmic stablecoin

Pada seigniorage algorithmic stablecoin, algoritma yang digunakan adalah sistem multi-koin, di mana harga satu stablecoin dirancang untuk terus stabil dan setidaknya satu koin lainnya dirancang untuk memfasilitasi stabilitas tersebut. Model ini biasanya menerapkan kombinasi mekanisme mint-and-burn berbasis protokol dan mekanisme pasar bebas yang mendorong pelaku pasar untuk membeli atau menjual non-stablecoin untuk mendorong harga stablecoin ke arah pasaknya. Luna dan UST dari Terra Lab adalah dua contohnya.

c. Fractional algorithmic stablecoin

Fractional algorithmic stablecoin menggabungkan fitur stablecoin yang sepenuhnya algoritmik (fully-algorithmic) dan yang dijamin sepenuhnya (fully collateralized). Berbeda dengan desain algoritmik semata, tipe ini bertujuan untuk menegakkan pasak yang cukup ketat dengan tingkat stabilitas yang lebih tinggi. Frax adalah salah satu contoh fractional algorithmic stablecoin, karena ia sebagian didukung oleh USD Coin, yaitu stablecoin yang didukung oleh dolar AS.

Artikel ini membantu kamu ngga?

Bagikan :

Kabar Menarik

Cara Mudah Masuk dan Mendaftar di Nobi
Cara Mudah Deposit di Nobi
All NOBI Fees Explain
Biaya NOBI
DeFi Masa Depan Keuangan
DeFi, Sistem Keuangan Masa Depan
Cara Mudah Bergabung di Produk NOBI
Info Penting: Delisting HNST di NOBI
Info Penting: Delistin...
banner
NOBI Group Luncurkan NOBI Dana Kripto, P...
NOBI Group Luncurkan N...
banner
Konversi Otomatis Saldo FIRO, DASH &...
Konversi Otomatis Sald...
banner
Info Penting: Delisting Aset Kripto di NOBI
Info Penting: Delistin...
banner
NOBI Earn Akan Kami Discontinue Sementara
NOBI Earn Akan Kami Di...
banner
NOBI Resmi Mendapatkan Lisensi Pedagang ...
NOBI Resmi Mendapatkan...