A hacker taking investor's asset
Belajar bersama NOBIIndonesia

Penipuan dan Scam di Kripto, Bagaimana Cara Menghindarinya?

Read In English

Maraknya modus penipuan dan scam investasi Bitcoin,

Bagaimana cara menghindarinya?

Jika Anda ingin mulai berinvestasi Bitcoin atau aset kripto lainnya, ada baiknya memahami resiko dan modus penipuan yang berkedok investasi aset kripto, agar Anda tidak menjadi korban dan salah memilih platform kripto. Semenjak mata uang kripto (cryptocurrency) menjadi populer, penipuan dan scam pun makin marak terjadi, yang mengakibatkan banyak investor kripto terutama di kalangan pemula kehilangan lebih banyak dari yang mereka investasikan.

Seperti yang diketahui, teknologi blockchain yang memungkinkan transaksi tanpa perlu pihak ketiga dan hanya mengandalkan internet terasa sangat mengagumkan yang menghemat waktu dan biaya. Namun tidak jarang hal ini dijadikan sebagai daya tarik untuk memikat korban penipuan dalam investasi cryptocurrency. Modusnya pun beragam, salah satunya yang sempat menghebohkan terjadi pada tahun 2020 yang lalu, di mana Polda Metro Jaya menangkap seorang warga negara Amerika Serikat yang menjadi buronan FBI dengan kasus penipuan Bitcoin yang menimbulkan kerugian hingga Rp 11 triliun dengan metode cryptocurrency skema ponzi.

Nah, supaya Anda tidak menjadi salah satu korban penipuan dan scam di dunia kripto, kali ini NOBI telah merangkum beberapa modus penipuan aset kripto yang kerap terjadi dan bagaimana cara menghindarinya. Apa saja itu?

Skema Ponzi

Yang pertama adalah dengan skema ponzi. Skema ponzi merupakan konsep investasi yang dikembangkan oleh seseorang berkebangsaan Italia bernama Charles Ponzi pada tahun 1920. Skema ini merupakan penipuan investasi di mana klien dijanjikan untung besar tanpa risiko. Bagi Anda yang baru memulai investasi, khususnya di mata uang kripto, harus hati-hati dengan iming-iming investasi seperti ini. Bisa jadi itu adalah modus penipuan dengan skema ponzi. Skema ponzi sendiri adalah salah satu modus penipuan kripto yang paling marak terjadi dalam dunia keuangan. Dalam modus ini, tiap investor akan mendapatkan uang berupa keuntungan yang berasal dari setoran investor berikutnya, bukan profit dari bisnis yang dilakukan. Alhasil, ketika tidak ada investor lain yang masuk, Anda pun tidak akan mendapat keuntungan sama sekali. Dana Anda juga akan hilang apabila tiba-tiba promotor yang mengakomodir menghilang.

Bursa kripto (exchange) palsu

Ada banyak perusahaan exchange palsu yang beredar di internet. Terutama jika Anda ingin membeli Bitcoin atau mata uang kripto lainnya di suatu exchange, pastikan exchange tersebut sudah terdaftar di pemerintahan Indonesia, seperti Indodax, Tokocrypto, Pintu dll yang terdaftar di BAPPEBTI. Hindari dan acuhkan kesempatan berinvestasi yang tidak jelas pengawasannya dan sistemnya, karena penipuan ini dapat menghilang sewaktu-waktu membawa aset Anda dengannya.

Giveaway palsu

Siapa sih yang tidak senang dengan giveaway? Tapi Anda harus berhati-hati dengan modus penipuan giveaway seperti ini. Scammer berusaha untuk bisa mengambil keuntungan dengan menawarkan hadiah Bitcoin gratis atau aset kripto lainnya. Penipuan dengan modus giveaway, biasanya dilakukan dengan cara terlebih dahulu harus mengirim sejumlah aset kripto Anda ke suatu alamat yang disebutkan, dengan alasan agar Anda dapat memverifikasi alamat dompet Anda dan menerima giveaway tersebut.

Dompet kripto palsu

Hal penting lain yang Anda harus hati-hati adalah dalam memilih dompet kripto (cryptocurrency wallet). Cryptocurrency wallet merupakan tempat dimana Anda menyimpan aset kripto yang Anda miliki. Untuk menghindariwallet palsu, ada beberapa hal penting yang Anda harus lakukan sebelumnya, seperti pastikan aplikasi wallet tersebut dibuat oleh pengembang yang terpercaya. Caranya bisa dengan mengecek nama pengembang apakah memiliki situs resmi perusahaan, dan yang kedua adalah membaca ulasannya terlebih dahulu.

Phising

Penipuan dengan metode phising tidak hanya terjadi di dunia kripto, sebagian besar industri seperti keuangan, e-commerce, media sosial, dan email pun banyak melaporkan kasus penipuan phising. Phishing biasanya akan mengambil informasi data diri Anda seperti nomor telepon, rekening bank, password dll. Pastikan menjaga baik data pribadi Anda dengan tidak memberikan informasi pribadi ke siapapun. Kasus phising yang biasa terjadi di kripto salah satunya dengan mendapatkan telpon dengan nomor tidak dikenal, dan mengaku dari suatu bursa kripto (exchange) tertentu. Penelpon tersebut akan memberikan penawaran menarik dengan syarat meminta identitas pribadi Anda. Jika Anda mendapatkan panggilan seperti ini, kemungkinan besar itu adalah penipuan dengan metode phising.

Kesimpulan

Investasi Bitcoin dan aset kripto lainnya bukan scam, dan aman jika Anda bisa menghindari oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang menggunakan Bitcoin sebagai kedok penipuan. Pastikan dahulu Anda memilih platform investasi Bitcoin yang aman dan resmi. Aplikasi NOBI di bawah naungan PT Enkripsi Teknologi Handal, adalah perusahaan Indonesia yang resmi dan terdaftar. NOBI juga menjadi salah satu anggota dari Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).

Di NOBI, keamanan dalam mengembangkan kripto adalah utama, maka dari itu kami sangat menyarankan kepada seluruh pengguna kami untuk mengamankan akunnya, yang terdiri dari mengaktifkan Otentikasi Dua Faktor (2FA) dan mengisi formulir Know Your Customer (KYC).

Dapatkan update terkini dari NOBI, follow sosial media kami di Twitter, Facebook dan Instagram.

Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, dan masukan, silahkan kunjungi kami di roadmap.usenobi.com atau bergabung dengan komunitas Telegram kami.

#GrowYourCrypto #GrowWithNOBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *