Berita KriptoIndonesia

Saham VS Aset Kripto; Pertarungan Tahun Ini

Read In English

Perbedaan dan pro-kontra investasi kedua sisi

Dunia investasi dipenuhi dengan berbagai pilihan untuk mendapatkan keuntungan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Namun bagi Anda yang baru mau memulai investasi saham atau kripto, ada baiknya tahu perbedeaannya dulu dan memahami pro dan kontra dari kedua sisi sebelum memulai berinvestasi. Terutama untuk para milenial, mulai investasi dari sekarang sangat penting, meningat Media sosial (medsos) kini menjadi salah satu sasaran utama generasi milenial dalam mengikuti perkembangan teknologi dan tren kekinian. Sayangnya, masih banyak milennial yang belum berinvestasi, dan salah satu alasan adalah mereka belum mengerti tentang investasi dan pengaruhnya di masa depan. Ditambah juga dengan masih ada yang menganggap investasi memerlukan modal besar. Padahal, banyak investasi seperti reksa dana atau aset kripto seperti di NOBI yang bisa dimulai hanya dengan Rp 100.000an (10USD) saja. Investasi pun bisa bermacam-macam, mulai dari emas & logam mulia, properti dll. Kali ini kita akan khushus membahas tentang investasi saham dan aset kripto.

Jumlah investor yang meningkat

Kondisi pandemi yang membatasi aktivitas semenjak tahun lalu tidak menyurutkan minat investor untuk masuk ke pasar modal. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menuturkan sepanjang tahun 2020, jumlah investor di Pasar Modal Indonesia yang terdiri atas investor saham, obligasi, maupun reksadana mengalami peningkatan pesat. Tercatat, data dari 29 Desember 2020 lalu jumlah investor mencapai 3,87 juta Single Investor Identification (SID) atau naik 56 persen dari posisi akhir 2019 lalu. Dari jumlah itu, investor saham juga naik sebesar 53 persen menjadi sejumlah 1,68 juta SID.

Hal serupa juga dialami aset kripto, terutama Bitcoin. Meski di tengah krisis finansial global, investor justru berbondong-bondong investasi di Bitcoin yang mengakibatkan harganya melonjak dari tahun lalu. Kemudian baru-baru ini investor institusional marak melakukan pembelian Bitcoin dalam jumlah besar atau biasa disebut dengan Whale Bitcoin. Kenaikan harga Bitcoin yang kini menembus Rp.665 juta per kepingnya di waktu penulisan ini, dianggap sebagai aset kripto dengan valuasi terbesar di dunia yang memiliki performa terbaik di tahun 2020.

Perbedaan Investasi Saham dan Aset Kripto

Keamanan

Sebelum memulai investasi saham, pelajari analisa fundamental sederhana tentang kondisi perusahaan saham yang Anda pilih. Lakukan riset dan pantauan dahulu seperti membaca berita-berita terkait perusahaan tersebut. Hal penting berikutnya yaitu pastikan perusahaan sekuritas yang Anda pilih terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anda juga bisa memeriksa likuiditas perusahaan broker selaku Penjamin Emisi Efek atau Perantara Pedagang Efek di website Bursa Efek Indonesia.

Pertanyaan yang masih ditanya sampai sekarang khususnya bagi pemula di duia kripto, apakah Bitcoin dan aset kripto aman untuk investasi? Jawabannya iya. Selama 12 tahun sejak ditemukan oleh Satoshi Nakamoto, Bitcoin belum pernah mengalami gangguan yang besar. Bitcoin dan aset kripto menggunakan sistem blockchain. Blockchain merupakan teknologi sistem database yang memiliki karakter data identik unik yang disimpan di banyak ditempat dan bersifat immutable (tidak bisa diubah dan dihapus) dan susah diretas. Blockchain hanya bisa menambahkan kode untuk yang terekam pada penyimpanan data base. Untuk Anda yang masih pemula dan ingin mencoba investasi Bitcoin di Indonesia, sebaiknya menggunakan exchange Bitcoin (marketplace) yang sudah diberikan izin oleh pemerintah Indonesia. Dengan sudah terverifikasi maka anda akan mempunyai keamanan yang lebih maksimal untuk berinvestasi Bitcoin seperti Pintu, Indodax dll.

Tingkat kesulitan saat mulai investasi

Saham mungkin merupakan investasi yang paling dikenal publik. Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu entitas usaha yang tergabung dalam pasar modal. Jika ingin menjadi pemilik saham maka Anda harus menyertakan modal kepemilikan pada perusahaan. Namun tingkat kesulitan untuk memulai investasi pada saham terbilang cukup rumit, mulai dari mendaftarkan diri dahulu kepada perusahaan sekuritas, menyiapkan dokumen pendukung untuk membuka rekening. Setelah itu, Anda baru bisa memasukan modal ke dalam Rekening Dana Nasabah (RDN) serta mengunduh aplikasi untuk bisa memulai transaksi saham.

Sedangkan untuk aset kripto, tingkat kesulitan untuk memulai investasinya bisa terbilang mudah. Anda hanya perlu mendaftarkan diri pada platform exchange aset kripto seperti Binance, Indodax dll dan Anda langsung bisa melakukan aktivitas investasi atau jual beli Bitcoin atau aset kripto lainnya dan langsung bisa deposit di NOBI lho!

Waktu Perdagangan kedua sisi

Perbedaan selanjutnya adalah pada jam perdagangannya. Kalau trading saham hanya bisa dilakukan pada 6 jam x 5 hari kerja saja. Untuk hari Senin sampai Kamis, perdagangan dimulai pukul 09.00 sampai 12.00. Sementara pada hari Jumat, aktifitas trading di jam yang sama dengan penutupan setengah jam lebih cepat yakni pada pukul 11.30.

Sedangkan untuk jam trading aset kripto bisa dilakukan setiap hari, 24 jam, 7 hari sepekan, 365 hari. Trader bisa melakukan perdagangan pada pagi maupun malam hari, bahkan saat weekend sekalipun. Mungkin terdengar seperti melelahkan jika Anda harus melakukan aktifitas trading 24 jam. Karena itu, sekarang aktifitas trading Anda bisa jauh lebih mudah dengan NOBI Strategy! Dioperasikan dengan Robo Trading, Anda tinggal pilih strategy trading yang ingin Anda ikuti dan aktifitas trading Anda akan berjalan secara otomatis! Balik ke harga Bitcoin, disamping itu, nilai Bitcoin tidak dipengaruhi oleh analisis fundamental ataupun kondisi ekonomi yang sedang terjadi. Sepert yang sudah disebutkan di atas, bahkan di tengah pandemi pun harga Bitcoin tidak terpengaruh, bahkan harganya meroket!

Pergerakan Harganya

Pergerakan harga saham dinilai lebih lambat dibandingkan aset kripto terutama Bitcoin yang pergerakan harganya cenderung fluktuatif. Salah satu alasannya mengapa harga Bitcoin begitu fluktuatif adalah kecilnya volume Bitcoin yang tersebar di jaringan. Karena keterbatasannya Bitcoin di pasar maka ditentukan secara mutlak oleh supply dan demand.

Jadi, pilih Saham atau Aset Kripto?

Investasi saham dan Bitcoin memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Pilihan sarana investasi yang terbaik hanya dapat ditentukan oleh pribadi masing-masing dengan perhitungan yang matang. Perlu diingat bahwa berdagang Bitcoin cenderung lebih berisiko karena harganya lebih fluktuatif dibandingkan dua pasar yang lain, namun potensi yang dimiliki Bitcoin jauh lebih besar dari saham. Yang membedakan investasi aset kripto dari saham atau forex adalah; investor dalam dunia Bitcoin tidak perlu bergantung pada pihak ketiga atau broker. Anda tidak perlu takut bahwa seseorang akan membawa kabur uang Anda selama Anda cepat-cepat menarik Bitcoin yang Anda punya ke wallet pribadi.

Jika Anda baru ingin memulai berinvestasi di Bitcoin atau aset kripto lainnya, ada banyak pilihan aplikasi kripto yang aman dan mudah digunakan bahkan untuk pemula sekalipun, dan salah satunya adalah di NOBI, di mana Anda bisa mulai dari 10 USD saja!

Untuk pertanyaan, saran, dan masukan, silahkan kunjungi kami di roadmap.usenobi.com atau gabung di Telegram kami.

#GrowYourCrypto #GrowWithNOBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *