Tips Diversifikasi Investasi
Berita KriptoIndonesia

Tips Diversifikasi Investasi Dalam Cryptocurrency

Read in English

Diversifikasi pada dasarnya adalah mengalokasikan aset investasi yang dimiliki ke beberapa jenis produk investasi. Jika dikaitkan dengan cryptocurrency, maka kita membagi investasi kita ke beberapa koin sekaligus. Hal ini dilakukan agar dapat meminimalisir kerugian dan memaksimalkan keuntungan sehingga arus pendapatan yang Anda terima dapat lebih terjaga.

Dalam dunia cryptocurrency sendiri, mengapplikasikan diversifikasi dapat menjaga dana investasi Anda agar tetap aman walau dalam market yang memiliki tingkat volatilitas yang tinggi. Berikut kami akan berbagi tips yang perlu Anda perhatikan dalam melakukan diversifikasi investasi khususnya investasi cryptocurrency.

Perhatikan Toleransi Resiko Anda

Risk Tolerance atau Toleransi terhadap Resiko adalah batasan tingkat risiko yang dapat diambil atau diterima. Pengertian lebih mudahnya adalah seberapa besar Anda siap menanggung resiko yang kemungkinan terjadi dalam berinvestasi cryptocurrency.

Sebagai contoh Anda memiliki dana investasi sebesar 100 juta rupiah dimana dalam nilai tersebut Anda hanya sanggup untuk kehilangan maksimal 20% atau 20 juta rupiah jika suatu saat terjadi penurunan nilai aset pada investasi tersebut. Nilai 20 juta tersebutlah Risk Tolerance Anda. Sebenarnya hal ini berlaku juga dalam melakukan investasi dalam instrumen apapun, tidak hanya cryptocurrency. Risk Tolerance ini berkaitan erat dengan Risk Profil Anda. Selanjutnya mari kenali apa itu Risk Profil.

Kenali dan Tentukan Profil Resiko Anda

Risk Profil atau Profil Resiko adalah karakter resiko Anda sebagai seorang investor. Perlu diingat prinsip investasi “High Return, High Risk” semakin besar hasil yang didapat pasti diikuti juga oleh resiko yang harus ditanggung.

Apakah Anda termasuk investor yang tetap tenang saat terjadi fluktuasi nilai aset investasi atau cenderung panik, resah dan emosi saat pasar sedang berada dalam kondisi bearish? Dalam dunia investasi dikenal tiga tipe profil resiko investasi yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Mari kenali yang manakah tipe Anda.

Tipe Konservatif adalah tipe yang yang cenderung memiliki toleransi yang rendah terhadap kemungkinan resiko yang akan terjadi. Singkatnya investor dengan tipe seperti ini cenderung cepat panik, bingung, juga resah saat pasar berada dalam kondisi yang tidak stabil, seperti yang terjadi saat ini di situasi pandemi Covid-19.

Tipe Moderat adalah tipe yang memiliki toleransi menengah terhadap resiko. Investor dengan tipe moderat dapat memahami bahwa terdapat resiko yang mengikuti untuk setiap keputusan investasi yang dibuat. Serta dapat mentoleransi jika terjadi penurunan aset investasi dan tahu apa yang harus dilakukan saat hal tersebut terjadi. Umumnya tipe moderat sudah melakukan diversifikasi sebelum melakukan investasi pada aset yang dipilih.

Tipe Agresif merupakan investor yang memiliki ketahanan mental yang kuat dalam menghadapi resiko investasi di masa depan. Umumnya investor dengan tipe agresif memiliki dana khusus yang memang sudah dipersiapkan untuk investasi dan memiliki tujuan investasi jangka panjang. Bahkan, kondisi pasar yang kurang stabil justru ditangkap sebagai peluang bagi investor dengan tipe agresif. Jika Anda termasuk dalam tipe ini, ada baiknya Anda lengkapi dengan kemampuan analisa yang baik.

Jadi, yang manakah Anda?

Menyesuaikan Pilihan Asset dengan Profil Resiko

Setelah mengetahui profil resiko Anda pribadi, saatnya menentukan jenis investasi atau koin apa yang sesuai dengan Anda jika ingin berinvestasi di cryptocurrency. Selalu lakukan riset sebelum melakukan investasi, perhatikan fundamental dari proyek juga perusahaan dan tim yang terlibat. Hal tersebut dapat Anda pelajari dengan melihat informasi tingkat performa dari koin tersebut, memantau kinerja dari produk atau jasa yang ditawarkan, dukungan komunitas, kegunaan dari koin, dan faktor lainnya. Honest Mining memiliki artikel yang menarik terkait hal ini, silahkan baca Honest Mining Koin Rating.

Melakukan Rebalancing Secara Berkala

Rebalancing adalah proses menyeimbangkan bobot aset dalam portofolio investasi Anda. Diversifikasi yang dilakukan tetap perlu diseimbangkan melalui aktivitas jual dan beli aset. Ini dilakukan agar alokasi yang dilakukan tetap seimbang sehingga tujuan investasi Anda tercapai.

Fokus Terhadap Tujuan Jangka Panjang Dalam Berinvestasi

Dengan memiliki tujuan jangka panjang, Anda dapat menentukan aset investasi yang sesuai dengan tujuan Anda. Tidak mudah tergoda untuk membeli aset yang tidak memberikan kontribusi atau bahkan dapat merugikan di masa depan.

Pada semua jenis investasi termasuk crypto, diversifikasi menjadi hal yang penting untuk dilakukan agar dana investasi dapat berkembang optimal dengan meminimalisir tingkat resiko yang ada. Saat ini sudah banyak solusi yang dapat memudahkan investor untuk mengembangkan aset crypto mereka salah satunya dengan mengikuti algoritma trading.

Dalam Algoritma Trading, seluruh diversifikasi dan trading strategi sudah dibuat diawal oleh profesional trader dan dapat di analisa performanya melalui hasil back test yang dilakukan. Hal ini akan memudahkan semua orang yang ingin mulai berinvestasi ke beberapa aset sekaligus sesuai dengan profil risiko mereka.

Salah satu penyedia layanan Algoritma Trading adalah Nobi. Dimana investor dapat dengan mudah memilih dan bergabung pada strategi dengan melihat dan menganalisa performa dari strategi tersebut sebelum memutuskan untuk bergabung.

NOBI – Crypto Investment for The Rest of Us.