world

Apa Itu Algorand (ALGO)?

Semakin banyak teknologi blockchain layer-one yang sedang dikembangkan belakangan ini, kebanyakan proyek layer-one ini mencoba memecahkan masalah trilemma di dunia kripto, yaitu desentralisasi, keamanan, dan skalabilitas. Sebagian besar proyek layer-one hanya mampu menyelesaikan dua aspek dari trilemma tersebut. Contohnya Bitcoin dan Ethereum yang memiliki tingkat desentralisasi dan keamanan yang kuat, tetapi sangat  kurang dari sisi skalabilitasnya, kedua proyek ini membutuhkan adanya teknologi layer-two untuk menyelesaikan masalah skalabilitasnya.

Di sisi lain, proyek seperti Ripple dan BNB Chain memiliki tingkat keamanan dan skalabilitas yang kuat, kedua jaringan ini relatif sangat cepat. Tetapi justru mengorbankan aspek desentralisasi karena kedua jaringan ini, sebagian besar networknya dikendalikan oleh satu entitas atau perusahaan.

Bagaimana jika ada satu proyek blockchain kripto layer-one yang mencoba memecahkan masalah trilemma (desentralisasi – keamanan – skalabilitas)? Akankah proyek ini mencapai tujuan mereka dalam industri kripto?

Di sinilah Algorand hadir sebagai generasi terbaru dari proyek blockchain layer-one yang memfokuskan teknologinya untuk mengatasi trilemma klasik di dunia kripto.

Pengenalan

Keterbatasan yang paling umum dari proyek blockchain kripto adalah soal skalabilitas. Saat proyek blockchain berhasil menarik investor dan pengguna, jaringannya akan padat dengan antrian transaksi. Karena blockchain memproses blok data secara berurutan, setiap data perlu diverifikasi dan diproses satu per satu secara berurutan juga. Hal ini kemudian berujung pada perlambatan jaringan ketika lalu lintas jaringan sedang padat.

Contohnya blockchain Ethereum. Ketika setiap blok diverifikasi di setiap 12 hingga 14 detik, setiap blok hanya dapat menampung 80 hingga 130 transaksi per blok. Artinya, jaringan Ethereum hanya mampu memproses 6 hingga 9 transaksi per detik. Meskipun skalabilitas ini tergolong normal untuk proyek blockchain layer-one, kecepatan transaksi ini masih tertinggal jauh dari kecepatan transaksi pada sistem pembayaran perbankan tradisional. Layanan Visa, secara teori dapat memproses hingga 24.000 transaksi per detik.

Ironisnya banyak blockchain layer-one bertujuan untuk menyediakan sistem perbankan dan transaksi yang terdesentralisasi, padahal aspek skalabilitas masih menjadi kelemahan utamanya. Untuk mengatasi masalah ini, Algorand sedang dikembangkan untuk mempercepat kecepatan transaksi blockchain dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk memproses blok transaksi.

Di saat yang sama, Algorand juga bertujuan untuk memperluas adopsi penggunaan teknologi blockchain. Namun apa sebenarnya Algorand? Kenapa pengembangnya sangat percaya diri bahwa mereka mampu menyelesaikan trilemma kripto? Bagaimana cara kerja Algorand mencapai kecepatan transaksi blockchain yang tinggi? Kami akan membahasnya di artikel ini.

Bagaimana Cara Kerja Algorand?

Algorand menggunakan kode blockchain sumber terbuka, yang artinya semua pengembang dapat mengajukan kontribusi ke jaringan. Algorand menggunakan mekanisme konsensus proof-of-stake murni (PPoS), yang memungkinkan jaringan untuk memilih validator dari sekumpulan pengguna. Mekanisme ini secara acak memilih sekelompok pemegang token, yang disebut komite, yang kemudian bertanggung jawab sebagai validator jaringan dan mengkonfirmasi transaksi. Komite ini terus dipilih secara acak di setiap putaran, untuk memastikan desentralisasi dan keamanan jaringan Algorand.

Algorand menggunakan konsep Byzantine Fault Tolerant (BFT) untuk pemrosesan transaksi dan mekanisme pembuatan bloknya. Teknologi ini memungkinkan jaringan Algorand berfungsi normal selama mayoritas (2/3) validator berperilaku jujur. Karenanya, mayoritas validator tidak disarankan untuk berperilaku curang karena hal tersebut akan mengurangi nilai aset mereka. Dengan demikian memastikan bahwa sebagian kecil pelaku jahat tidak dapat memanipulasi atau merusak jaringan.

Jaringan Algorand memproses transaksi dalam dua tahap:

  1. Proposal Blok

Di Algorand, setiap pengguna online yang memegang token ALGO dapat berpartisipasi dalam konsensus protokol. Seorang pengguna yang ingin berpartisipasi dalam konsensus protokol, kemudian membuat dan mendaftarkan kunci partisipasi. Dengan kunci ini, pengguna dapat berpartisipasi dalam mengusulkan dan memilih blok baru.

Setelah ada proposal blok baru, validator dari setiap blok transaksi dipilih secara acak. Setiap blok di Algorand mengungkapkan kode acak baru untuk menentukan pengguna mana yang harus berpartisipasi dalam putaran berikutnya dari konsensus protokol.

Setiap peserta jaringan mengetahui kode acak baru ini, namun setiap node validator kemudian memeriksa kunci partisipasi rahasia menggunakan Verifiable Random Function (VRF) dan kode yang diacak lagi untuk melihat apakah mereka terpilih atau tidak. Komputasi VRF menghasilkan bentuk pseudo random (angka acak) dengan bukti kriptografi yang dapat digunakan siapa saja untuk memverifikasi hasilnya.

  1. Sesi Voting

Sesi pemungutan suara memerlukan tiga langkah untuk mengusulkan, mengonfirmasi, dan menulis blok ke blockchain:

  • Voting ringan

Setelah ada proposal blok, maka setiap node akan memeriksa apakah akun mereka telah dipilih untuk berpartisipasi dalam komite vote ringan. Jika sebuah akun dipilih, akun tersebut akan memiliki hak suara berdasarkan jumlah token yang dimilikinya. Setiap akun yang dipilih akan memilih proposal blok yang terbaik dengan memberikan suara untuk mengkonfirmasinya. Setelah hasil voting yang dikumpulkan sudah cukup untuk dalam proses vote ringan, proses selanjutnya beralih ke langkah voting sertifikasi.

  • Voting sertifikasi

Setelah tahap voting ringan, terpilihlah komite baru untuk memeriksa usulan blok yang mendapat voting terbanyak. Tugas panitia adalah memastikan tidak ada masalah seperti voting berlebih atau voting berulang di blok yang diusulkan. Jika blok tersebut dianggap sah, komite akan memberikan voting sekali lagi untuk mengesahkannya. Setiap node memeriksa kembali akun yang dikelola untuk memilih anggota komite dan mengirimkan suara mereka. Suara dikumpulkan dan diverifikasi oleh setiap node sampai cukup suara dikumpulkan untuk mencapai kesepakatan. Tahap ini menandakan akhir dari satu putaran konsensus jaringan, meninstruksikan node untuk membuat bukti untuk blok yang disetujui dan menambahkannya ke blockchain.

Setelah tahap ini, putaran proposal blok baru akan dimulai lagi, voting ringan dan pemilihan suara diinisiasi kembali dan proses dimulai lagi untuk blok berikutnya.

Untuk memecahkan masalah trilemma kripto, Algorand menggunakan banyak fitur yang menggabungkan desentralisasi, keamanan, dan skalabilitas.

Untuk desentralisasi, Algorand menggunakan mekanisme konsensus proof-of-stake murni yang memilih validator secara acak, bukan berdasarkan kekuatan modal atau komputasi. Untuk berpartisipasi dalam konsensus Algorand, pengguna hanya memerlukan 1 token ALGO, dan perangkat komputasi sederhana seperti Raspberry Pi.

Untuk keamanan, Algorand menggunakan metode konsensus Byzantine Fault Tolerant (BFT), yang memotong imbalan validator yang curang demi mencegah pelaku curang ikut bermain. Peserta putaran tiap blok juga berubah-ubah, artinya para pelaku kecurangan tidak memiliki informasi kapan giliran mereka mengamankan jaringan.

Untuk skalabilitas, Algorand hanya membutuhkan sekelompok kecil pengguna untuk mengusulkan, memilih, dan memvalidasi setiap blok, yang mempercepat waktu blok dan mempersingkat proses finalitas transaksi. Arsitektur blockchain Algorand juga dirancang untuk dapat dipercepat berkat Verifiable Random Function (VRF) untuk pemilihan pengguna yang aman dan efisien, dan penggunaan sertifikat ringkas untuk konfirmasi validitas blok secara cepat dan aman.

Arsitektur blockchain Algorand berfungsi serupa dengan jaringan Ethereum. layer-one Algorand dapat memproses transaksi secara normal, sedangkan layer-two berisi kontrak off-chain yang mirip dengan teknologi side chain. Layer-two ini dapat memproses aplikasi yang lebih kompleks yang membutuhkan daya komputasi yang lebih kuat.

Siapa Pencipta Algorand?

Platform Algorand dan perusahaan pengembang didirikan pada tahun 2017 oleh Silvio Micali, seorang profesor di Institut Teknologi Massachusetts (MIT) dan ahli kriptografi terkemuka.

Silvio Micali mengajar di MIT, Jurusan Teknik Elektro dan Ilmu Komputer, sejak 1983. Silvio telah menerima gelar Laurea di bidang Matematika dari Universitas Roma, dan gelar PhD di bidang Ilmu Komputer dari Universitas California di Berkeley. Minat penelitian Silvio adalah kriptografi, zero-knowledge, adopsi pseudo random, protokol keamanan, serta desain mekanisme dan blockchain.

Token ALGO

Jaringan Algorand memiliki kripto asli mereka sendiri bernama ALGO. ALGO berfungsi sebagai komponen penting dalam ekosistem Algorand karena diperlukan untuk pengajuan proposal blok dan pemungutan suara pembuatan blok.

Saat ini ada sekitar 7,2 miliar token Algo yang beredar dengan nilai valuasi lebih dari $800 juta. Algo berada di 40 besar aset kripto dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar.

Distribusi token ALGO adalah sebagai berikut:

Algo memiliki supply awal sebanyak 300 miliar token sebagai imbal hasil partisipasi komunitas dan sebagai insentif tata kelola di komunitas. Algo, token didistribusikan sebagai bentuk dukungan untuk ekosistem dan insentif komunitas. Ada batas supply maksimum 100 miliar token Algo yang akan tercapai pada tahun 2030.

Insentif komunitas atau validator dan para pencipta blok akan berkurang seiring waktu, dan tingkat kesulitan untuk mendapatkan token Algo akan semakin sulit seiring berjalannya waktu.

Ini artinya Algo adalah aset deflasi dikarenakan imbal hasil para pencipta blok akan semakin berkurang dan semakin rumit. Ada juga 200 juta token Algo yang akan dibakar dan sebagian sudah hilang.

Proyek yang Ada di Blockchain Algorand

Jaringan Algorand punya fungsi kontrak pintar dengan kerangka pemrogramannya sendiri yang disebut Algorand Virtual Machine (AVM). Algorand juga memiliki bahasa pemrograman kontrak pintar sendiri yang disebut Transaction Execution Approval Language  (TEAL). Teknologi kontrak pintar tersebut telah diimplementasikan ke dalam setiap node di blockchain Algorand, yang memungkinkan jaringan Algorand dapat memaksimalkan kelebihan dari kecepatan, skalabilitas, dan keamanan jaringan. Saat ini pengembang dapat membuat dApp apapun menggunakan Algorand sambil mempertahankan kecepatan eksekusi tinggi dan efisiensi biaya transaksi menggunakan AVM.

Proyek Populer di Algorand:

  • AlgoFi

AlgoFi adalah platform pertukaran crypto terdesentralisasi (DEX) yang menggabungkan beberapa produk DeFi. Pengguna dapat menggunakan platform AlgoFi untuk menukar aset kripto, dan juga dapat menggunakan simpan-pinjam kripto, untuk mendapatkan imbal hasil.

  • Folks FInance

Folks Finance adalah protokol manajemen aset, dan simpan-pinjam yang dibangun di Algorand yang membuka fitur liquid staking pada token Algo, yang memungkinkan pengguna untuk menerima token liquid ALGO saat mereka menyimpan sejumlah Algo untuk staking, yang memungkinkan mereka untuk tetap memberikan hak suara pada proposal tata kelola Algorand dan mendapatkan imbal hasil sambil berinteraksi dengan aktivitas DeFi

  • Lofty

Lofty adalah platform investasi real estat yang memungkinkan pengguna untuk berinvestasi dan memiliki properti sewaan tanpa kehabisan stok properti. Pengguna dapat membeli dan memiliki hanya sebagian kecil dari properti dan kemudian berhak mendapatkan sebagian kecil dari pembayaran sewa.

Meskipun Algorand sudah terdesentralisasi, aman dan sedang berusaha secepatnya memecahkan masalah trilema klasik, Algorand masih memiliki satu kelemahan utama, yaitu interoperabilitas dengan blockchain lainnya. Menyadari hal ini, yayasan Algorand mengumumkan dana $10 juta dolar pada Februari 2022. Dana yang disebut SupaGrant diberikan kepada tim yang dapat mengintegrasikan mesin virtual Ethereum (EVM) ke jaringan Algorand. Artinya pengembang Algorand sedang mencoba membujuk dan menarik lebih banyak pengguna dan pengembang dari Ethereum.

Penutup

Ada banyak aspek positif tentang Algorand, mulai dari arsitektur blockchain dan adopsi penggunaan dunia nyata yang meningkat, hingga tim yang kompeten. Sebagai salah satu dari sedikit sistem yang berpotensi menyelesaikan trilemma blockchain, Algorand adalah proyek menarik yang terus berkembang dan semakin efisien berkat metode konsensus PPoS-nya.

Walaupun menjanjikan, Algorand masih memiliki kelemahan seperti kurangnya pemasaran dan kurangnya interoperabilitas. Meski Algorand diakui sebagai proyek berteknologi tinggi dan berlatar akademis, Algorand belum terlalu menunjukkan kelebihan tersebut dan belum memenuhi ekspektasi para komunitas. Dengan teknologi, tim pengembang, dan kemitraan yang kuat, kita tunggu saja bagaimana perkembangan Algorand di masa depan.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi kamu?

Bagikan :

Artikel Terkait

Topik Pilihan

Trading
Market Analysis
Learn
Investment
Getting Started
English
Crypto News
Crypto
Blockchain
Bitcoin
Altcoins

Moving Your Crypto Forward in One App

Artikel Terkait

Apa Itu Cosmos (ATOM)?

13/07/2023

Apa Itu The Sandbox (SAND)?

12/07/2023

Apa Itu ApeCoin (APE)?

12/07/2023

Apa Itu Lido DAO (LDO)?

12/07/2023

Apa Itu Kusama (KSM)?

10/07/2023

Apa Itu Meme Coin?

10/07/2023