world

Support dan Resistance dalam Kripto

Analisis teknis adalah elemen penting dalam menganalisis pergerakan harga aset kripto. Dua istilah paling umum yang akan kita dengar ketika pedagang kripto berbicara tentang harga kripto adalah titik ‘support’ dan ‘resistance’. Titik support dan resistance sering digunakan sebagai dua indikator penting untuk memprediksi apakah harga aset atau token kripto tertentu akan naik atau turun, berdasarkan titik harga tertentu. Kedua istilah ini sebenarnya dapat dipraktikkan di pasar keuangan lainnya, seperti saham, forex, komoditas, dan tentu saja aset kripto.

Konsep istilah support dan resistance mungkin saja mudah dimengerti, namun sulit untuk memahaminya secara keseluruhan, terutama ketika trader ingin menerapkan konsepnya dalam strategi trading mereka. Menafsirkan titik support dan resistance bisa sangat subjektif tergantung dari pandangan trader, faktanya bisa saja ada perbedaan dalam analisa antara satu trader dengan trader lainnya.

Di sini kami akan membahas bagaimana cara mengidentifikasi dan menguasai konsep support dan resistance dalam perdagangan kripto untuk memaksimalkan perjalanan perdagangan kamu atau setidaknya menjauhkan kamu dari potensi risiko kerugian.

Apa Itu Support?

Sekarang bayangkan kamu berada di dalam sebuah rumah, di mana kamu akan berdiri? Tentu di Lantai? Lantai ini menjadi pijakan kamu agar kamu tetap berada di atas tanah. Titik support dalam istilah trading juga bermakna sama, keberadaannya digunakan untuk menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam dari titik harga tertentu.

Titik support diharapkan akan menahan harga dari penurunan lebih dalam karena investor yakin akan muncul tekanan beli saat harga turun ke ke titik tertentu. Di saat tekanan beli ini muncul, menurut hukum permintaan dan penawaran, harga akan terdorong naik ke atas.

Contoh titik support dalam aset kripto:

Ini cara kerja titik support pada Bitcoin di Juni hingga Oktober 2022, chart mungkin terlihat agak berantakan, tapi kami akan menjelaskan apa yang terjadi dalam chart ini

  • Pertama, kamu akan melihat bahwa harga jatuh sebelum lingkaran kuning pertama di bagian kiri bawah chart, kejadian ini terjadi saat periode pergerakan harga bearish kripto tahun 2022

  • Selanjutnya kamu akan melihat lingkaran kuning pertama, di sekitar $18,000 per 1 BTC dan titik ini menahan harga BTC dari penurunan harga lebih lanjut

  • Setelah menyentuh titik support pertama, harga BTC naik dan menyentuh harga $24,000 sebelum turun kembali ke zona support $18,000

  • Finally the price retest the $18,000 support zone, you can see the second and the third yellow circle where the price falls exactly around the first yellow circle.

  • Kami menarik garis putih lurus di sekitar zona support $18,000 tersebut dan sekarang kamu bisa lihat bahwa harga selalu memantul ke atas dari zona ini, fenomena inilah yang kami maksud sebagai titik support

Apa Itu Resistance?

Berbeda dengan support, titik resistance adalah langit-langit atau atap di dalam rumah. Ketika kamu melemparkan benda ke udara, benda tersebut akan mengenai langit-langit rumah, kan? Begitulah cara kerja resistance dalam istilah trading, ketika harga naik, pada akhirnya akan mencapai langit-langit atau titik tertinggi harga tersebut sebelum akhirnya terkoreksi ke bawah.

Titik resistance diharapkan akan menahan harga agar tidak terus naik, karena investor yakin akan ada tekanan jual saat harga mencapai titik tertinggi tertentu. Saat tekanan jual masuk pasar, harga kripto diperkirakan akan tertekan ke bawah sesuai dengan hukum permintaan penawaran.

Contoh titik resistance dalam aset kripto:

  • Pertama, ini adalah chart pergerakan harga BTC dari Februari ke Mei 2021 selama bull run, kamu bisa lihat harga naik ke atas sebelum menyentuh lingkaran kuning pertama dari bagian kiri atas chart

  • Kemudian harga menyentuh $59,000 per 1 BTC atau hampir $60,000 pada lingkaran kuning pertama sebelum mengalami sedikit koreksi, zona $60,000 ini menjadi titik resistance dan menjaga harga dari kenaikan terus menerus

  • Harga kemudian menyentuh lingkaran kuning kedua dan ketiga pada harga $60,000, kemudian menyentuh lingkaran kuning keempat di harga $63,000, kemudian menyentuh lingkaran kuning kelima di harga $59,000. Di sini kamu bisa mengerti bahwa harga selalu memantul ke bawah dari zona resistance harga $60,000

  • Kita gambar garis lurus putih di sekitar zona resistensi $60.000 ini dan sekarang kamu bisa lihat harga selalu memantul ke bawah dari zona ini, ini adalah bagaimana zona resistensi bekerja.

Apakah harga selalu naik dan turun dari titik support dan resistance? Jawabannya tentu Tidak, selalu ada kemungkinan bahwa harga akan melanjutkan pergerakan naik atau turunnya dan mengabaikan titik support atau resistance sebelumnya.

Coba perhatikan chart harga Ethereum berikut ini:

  • Chart harga ETH ini diambil dari Januari ke Juli 2022

  • Kamu bisa lihat ada 3 titik support pada chart ini. Pertama adalah garis Support 1 di zona $2,3000, harga ETH kemudian naik ke atas sebanyak dua kali setelah menyentuh titik support ini

  • Tetapi, di bulan Mei, garis support ini ditembus, dan harga jatuh ke bawah ke titik garis Support 2 sekitar zona $1,7000. Harga kemudian naik ke atas sebentar sebelum lenjut jatuh

  • Sekarang garis support terakhir yang menahan harga ETH adalah garis Support 3 di sekitar zona harga $1,000, harga Ethereum selanjutnya tertahan di garis support ini dan kembali melanjutkan kenaikan sampai tahun 2023

  • Ini berarti zona support sangat rentan selama periode bearish kripto. Tidak ada jaminan bahwa harga akan selalu memantul ke atas setiap kali sudah menyentuh titik titik support, pedagang perlu melakukan analisis mendalam terkait titik titik support selama periode bearish

Sama seperti titik support yang rentan selama periode bearish kripto, titik resistance juga rentan selama periode bull run.

Perhatikan chart harga Ethereum berikut ini:

  • Chart diambil dari Januari sampai Mei 2021 selama bull run kripto, kamu bisa melihat tren kenaikan dari harga ETH

  • Ada 4 garis resistance di sini, yang pertama garis Resistance satu di zona harga $1,5000. Walaupun harga tidak memantul ke bawah dari resistance ini, harga tetap tertahan dari kenaikan lebih lanjut

  • Kemudian garis Resistance 1 ditembus dan harga berlanjut naik ke garis Resistance 2 di sekitar zona harga $2,000 sebelum datangnya koreksi harga. Selanjutnya harga menembus zona Resistance 2 dan menyentuh zona Resistance 3

  • Harga kemudian juga menembus zona Resistance 3 dan menyentuh zona garis Resistance 4 di zona harga $4,200 sebelum harga ETH turun karena koreksi

Kedua chart Ethereum ini menunjukkan kita titik support dan resistance, meskipun keduanya merupakan konsep yang cukup berdampak dalam perdagangan, tetapi tetap saja bisa salah dikarenakan situasi pasar yang terus berubah-ubah.

Jenis-jenis Support dan Resistance

Support dan resistance adalah indikator utama yang dapat ditarik atau diatur sendiri oleh investor/pedagang, meskipun begitu ada banyak juga indikator support dan resistance terkode yang secara otomatis dapat menginformasikan pedagang di mana letak support dan resistance.

Ini beberapa metode untuk pedagang dapat mengidentifikasi support dan resistance tertentu:

1. Menarik garis tren atau garis area di sekitar bilangan bulat

Manusia di balik meja perdagangan sangat menyukai bilangan bulat, mereka cenderung menarik garis support dan resistance di sekitar nomor-nomor ini.

2. Menggunakan indikator lain seperti moving average

Indikator indikator seperti moving average juga bisa menjadi titik support dan resistance alternatif, indikator ini beradaptasi menjadi garis support dan resistance dinamis. Ada indikator lainnya yang bisa digunakan sebagai garis support dan reistance seperti bollinger band, donchian channel, alligator, dll.

3. Menggunakan rumus matematika seperti titik Fibonacci

Perhitungan fibonacci meskipun sulit untuk dipelajari tapi bisa menjadi alat bantu penting untuk menentukan zona support dan resistance yang akan tiba di mana harga bisa saja mengarah ke zona tersebut dalam waktu dekat.

Bagaimana Cara Menggunakan Support dan Resistance dalam Perdagangan

Ada beberapa cara untuk memaksimalkan support dan resistance dalam trading

1. Sebagai titik masuk

Zona support dan resistance dapat membantu pedagang dalam mengidentifikasi potensi titik beli atau titik jual untuk aset crypto yang diinginkan. Idealnya pedagang akan membeli saat harga aset menyentuh zona support terdekat, kemudian menjual aset tersebut saat menyentuh zona resistance.

Namun, seperti yang kami singgung sebelumnya, tidak ada titik support dan resistance yang mutlak, keduanya cenderung dapat ditembus karena perubahan kondisi pasar. Pedagang disarankan untuk mengamati grafik dengan perspektif yang lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama untuk dengan pasti menentukan potensi titik support dan resistance.

2. Sebagai titik ambil profit

Zona resistance bisa menjadi titik ambil keuntungan yang sempurna untuk pedagang menjual kripto mereka. Namin karena ranah kripto masih terus berkembang, disarankan untuk menyimpan setidaknya sebagian aset kripto dan tidak menjual seluruh aset kripto kamu

3. Sebagai titik stop kerugian

Ketika kondisi pasar berbeda dari analisa atau prediksi kamu, titik support bisa menjadi titik yang tepat sebagai stop loss. Kamu dapat menempatkan stop loss perdagangan kamu sedikit di bawah titik support terdekat untuk menghindari harga terlanjur menyentuh support kemudian naik. Misalnya, ketika garis support BTC terdekat berada di sekitar $20.000, Kamu dapat menempatkan stop loss di sekitar $19.700 untuk menghindari stop loss tereksekusi saat pasar sebenarnya sedang bergerak sesuai arah analisa kamu.

Mudahnya, garis support dapat digunakan sebagai titik beli sementara garis resistance bisa digunakan sebagai titik jual dalam perdagangan.

Penutup

Setiap pedagang bisa menggunakan support dan resistance sebagai referensi untuk perdagangan mereka, namun penting untuk menggabungkan strategi kamu dengan teknik analisa teknikal lainnya. Karena garis support dan resistance bisa dengan mudah ditembus dikarenakan kondisi pasar. Titik support dan resistance yang paling akurat sebenarnya dikonfirmasi dengan gabungan beberapa strategi yang menggabungkan indikator cepat dan indikator lambat.

Apakah artikel ini bermanfaat bagi kamu?

Bagikan :

Artikel Terkait

No data was found

Topik Pilihan

Trading
Market Analysis
Learn
Investment
Getting Started
English
Crypto News
Crypto
Blockchain
Bitcoin
Altcoins

Moving Your Crypto Forward in One App

Artikel Terkait

No data was found