Pengguna blockchain Ethereum mengeluh harga gas tinggi
Belajar bersama NOBIIndonesia

Kenapa Biaya Gas Di Ethereum Sangat Tinggi?

Read In English

Apa itu biaya gas di Ethereum? Dan kenapa begitu tinggi?

Ketertarikan publik terhadap mata uang kripto selama setahun belakangan ini semakin meningkat. Ini terbukti dari harga Bitcoin yang terus memecahkan rekor baru harga all time high. Ini tentu merupakan kabar baik bagi semua penggemar kripto dan investor.

Mata uang kripto terbesar nomer 2 yaitu Ethereum, pun ikut merasakan juga dampak positifnya. Tapi di sisi lain, ada satu faktor yang kurang positif, yaitu tarif gas Ethereum yang sangat tinggi. “Kenapa tarif gas di Ethereum sangat tinggi?” Dan “kapan akan turun?” Dua pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang sering NOBI dapat dari pengguna kami. Karena, bagi para pemula yang masih awam dan bingung mengenai Gas Ethereum, mungkin akan terkejut dengan besarnya tarif gas yang besar tersebut.

Apa itu Gas fee?

Sederhananya, tarif gas (gas fee) adalah biaya yang harus Anda bayar jika ingin melakukan transaksi di dalam jaringan Ethereum. Lebih tepatnya yaitu biaya yang dibayarkan kepada penambang sebagai kompensasi untuk menyelesaikan transaksi di jaringan Ethereum. Semakin banyak penghitungan (kalkulasi) yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi, maka semakin banyak gas yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi tersebut.

Misalnya, jika Anda mengirim ETH dari satu wallet ke wallet lain, Anda hanya akan dikenakan gas fee yang sedikit. Namun di sisi lain, jika Anda berinteraksi dengan Uniswap, maka akan membutuhkan lebih banyak gas fee. Ini karena smart contract itu sendiri akan bekerja lebih ekstra dan berinteraksi dengan liquidity pool.

Jadi meskipun Anda dapat melakukan satu transaksi di Uniswap, transaksi itu membutuhkan lebih banyak perhitungan dibandingkan mengirim ETH dari satu dompet ke dompet lainnya. Jadi, tarif gas bisa lebih mahal. Beberapa transaksi di Decentralized Finance (DeFi) memiliki lapisan dan lapisan komputasi, yang perlu dihitung agar satu transaksi dapat diselesaikan. Itulah mengapa transaksi di ekosistem DeFi menghabiskan lebih banyak gas daripada transaksi apa pun. Dan perlu dicatat bahwa gas fee tidak konstan, biayanya fluktuatif tergantung pada permintaan jaringan. Selain biaya transaksi, gas juga memiliki kegunaan lain. Seperti pelaksanaan kontrak pintar, meluncurkan DApps, dan menyimpan data di blockchain

Bagaimana cara kerja Gas fee?

Gas diukur dalam hitungan Gwei. Dan beberapa faktor utama yang menentukan gas fee adalah harga ETH itu sendiri, kerumitan transaksi, dan jumlah orang yang bertransaksi pada saat yang sama. Gas fee bisa mencapai US $ 100 atau bahkan lebih, tergantung waktu di saat Anda melakukan transaksi. Maka dari itu, ada baiknya menghindari jam-jam sibuk Ethereum untuk menghindari gas fee yang tinggi. Informasi lengkap mengenai gas fee, silahkan kunjungi ethgasstation.info .

Menurut data penelitian dari Flipside Crypto, blockchain Ethereum menunjukkan pola kemacetan di jam-jam sibuk tertentu. Bagi pengguna blockchain Ethereum khususnya di Indonesia, periode jam sepi ada di pukul 04.00-06.00 WIB. Karena pada jam ini, jam kerja di AS akan selesai. Dan bagi yang tinggal di benua Eropa, ini waktu tidur. Dan di Asia masih sangat pagi. Memang waktu-waktu tersebut bukan jaminan gas fee akan lebih murah, tapi jam-jam tersebut, ratata-rata transaksi lebih cenderung sepi.

Lalu, kapan gas fee akan normal kembali?

Pertanyaan yang ditunggu-tunggu. Kapan gas fee akan normal kembali? Beberapa ahli kripto berpendapat bahwa peluncuran Ethereum 2.0 dan EIP 1559 yang telah lama ditunggu-tunggu adalah jawabannya. Pada tahun lalu, beberapa pengembang dan peneliti blockchain teratas mengeluarkan proposal baru dan salah satu penulisnya adalah Vitalik Buterin sendiri, pendiri Ethereum. Gagasan proposal adalah bahwa model biaya yang dimiliki ETH adalah “tidak efisien dan tidak perlu mahal bagi pengguna.” Ini terjadi meskipun Bitcoin dan koin serupa lainnya meminta pengguna menawar di pasar untuk mendapatkan transaksi mereka termasuk dalam blok pertama. Untuk mengatasi masalah ini, penulis mengusulkan penetapan tingkat pasar untuk transaksi akan membakar mayoritas ETH yang dihabiskan untuk setiap transaksi sebagai David Hoffman menulis:

“Tujuan dari EIP 1559, menurut Eric Conner, adalah untuk memberikan dompet dan pengguna peningkatan yang sangat dibutuhkan untuk pengalaman pengguna dalam manajemen gas. Cara EIP 1559 memecahkan masalah manajemen gas juga meningkatkan sistem manajemen moneter Ethereum. “

Apakah Anda juga sangat menantikan peluncuran Ethereum 2.0? Atau apakah menurut Anda tarif gas yang tinggi dapat menyebabkan masalah jangka panjang?

Dapatkan update terkini dari NOBI dengan mengikuti sosial media kami di Twitter, Facebook dan Instagram.

Jika Anda memiliki pertanyaan, saran, dan masukan, silahkan kunjungi kami di roadmap.usenobi.com atau bergabung dengan komunitas Telegram kami.

#GrowYourCrypto #GrowWithNOBI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *