world

Crypto This Week: Indonesia Masuk Jajaran Negara Pemilik Kripto Terbesar di Dunia

Apa Saja yang Terjadi di Industri Kripto Selama Seminggu Terakhir Ini?

Hai, NOBI’s! Industri kripto berhasil menutup bulan Februari dengan gemilang. Beragam berita baik juga berdatangan di minggu lalu. Sebuah laporan terbaru menguak fakta bahwa Indonesia berhasil masuk jajaran negara pemilik kripto terbesar di dunia. Lotte baru saja jalin kolaborasi dengan Polygon untuk dorong bisnis NFT-nya, bisakah kolaborasi ini mendongkrak harga MATIC? Yuk, simak berita kripto sepekan terakhir yang spesial kami rangkum untukmu!

1. Indonesia Masuk Jajaran Negara Pemilik Kripto Terbesar di Dunia

Sebuah laporan dari We Are Social dan Hootsuite, menguak temuan baru bahwa Indonesia berhasil menempati peringkat keenam dalam daftar negara pemilik kripto terbesar di dunia. Secara spesifik, Indonesia bahkan berhasil menempati peringkat pertama sebagai negara dengan tren investasi aset digital (termasuk aset kripto) terbesar di Asia dengan jumlah persentase mencapai 86%. Informasi ini tercantum dalam sebuah laporan oleh perusahaan teknologi informasi Accenture bertajuk “Digital Assets: Unclaimed Territory Edisi 2022.”

Rinciannya, 72% investor di Indonesia telah menginvestasikan sejumlah hartanya ke dalam aset digital, sedangkan 14% lainnya sudah menunjukkan minat dalam memulai investasi. Selanjutnya, laporan dari We Are Social dan Hootsuite tersebut juga menambahkan, sebagai negara pemilik kripto terbesar keenam di dunia, Indonesia mencatatkan ada 20,1% pengguna internet berusia 16-24 tahun yang sudah memiliki aset kripto per Januari 2023.

2. Lotte Berkolaborasi dengan Polygon untuk Dorong Bisnis NFT, Bisakah Pacu Harga MATIC?

Lotte Group, salah satu grup konglomerasi raksasa asal Korea Selatan, memantapkan rencana mereka untuk berkecimpung lebih serius lagi ke industri non-fungible token (NFT). Baru-baru ini, grupnya telah resmi menjalin kolaborasi bersama Polygon untuk memperluas eksposur NFT mereka ke kancah global. Kolaborasi ini dilakukan melalui salah satu entitas usaha Lotte Group, yaitu Daehong Communications, yang memiliki basis pada bisnis pemasaran.

Sehubungan dengan kemitraan ini, Hong Seong-hyun selaku CEO Daehong Communications mengungkapkan bahwa kemitraan dengan Polygon akan bisa mengakselerasi berbagai proyek NFT mereka dengan sejumlah perusahaan nantinya, baik itu di ranah domestik maupun kancah global. Dengan dukungan aktif dari Polygon Foundation, pihak Daehong yakin dapat melangkah maju menjadi salah satu pemain web3 yang patut diperhitungkan dalam ekosistem aset digital.

Penunjukan Polygon sebagai mitranya kali ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, Lotte Group melihat bahwa Polygon yang merupakan protokol penskalaan layer-2 (L2) pada jaringan Ethereum ini memiliki beberapa keunggulan. Termasuk tingginya kompatibilitas serta rendahnya biaya gas fee saat bertransaksi. Lantas, mampukah kolaborasi terbaru antara Polygon dengan Lotte Group ini memacu harga Polygon (MATIC) untuk melesat naik? Mari kita pantau terus!

3. Awali Maret 2023, Harga Bitcoin Diprediksi Perkasa

 

Bitcoin (BTC) dan sejumlah aset kripto lain terpantau berhasil mengalami penguatan pada perdagangan Selasa (28/2) malam. Meskipun sebelumnya sempat loyo sebagai imbas dari berita negatif yang timbul dalam beberapa hari belakangan. Aset kripto terbesar ini sudah sukses mempertahankan profitnya saat menutup bulan Februari lalu, dan sekarang masih berusaha menjaga prospek bullish tetap hidup untuk beberapa waktu ke depan.

Mengutip informasi dari Liputan 6, Ibrahim Assuaibi selaku Direktur PT Laba Forexindo Berjangka memaparkan bahwa harga Bitcoin telah menunjukkan tanda-tanda potensial untuk menembus di atas level resistensi US$23.650 atau setara Rp360,6 juta. Tapi sebelum itu, harganya perlu menghapuskan resistensi di US$24.000 atau setara Rp365,9 juta supaya bisa melanjutkan peningkatan yang stabil dalam waktu dekat ini.

Sebelumnya, Bitcoin berhasil menembus di atas US$25.000 pada 21 Februari, dengan perolehan profit total 53% tahun ini. Kala itu, masuk akal untuk mengharapkan reli berlanjut. Apalagi, setelah data penjualan ritel AS di minggu sebelumnya jauh melampaui konsensus pasar. Ini memicu harapan investor untuk soft landing dan peluang resesi dapat dihindari. Puncak keberhasilan strategi The Fed ini yaitu kenaikan suku bunga dan memangkas pengurangan neraca sebesar US$9 triliun tanpa merusak ekonomi secara signifikan. Jika sukses, hasilnya akan menguntungkan aset berisiko, termasuk saham, komoditas, dan Bitcoin.

4. Serius Tekuni Industri Kripto, JP Morgan Bangun Laboratorium Blockchain

JPMorgan Chase & Co, salah satu institusi perbankan komersial dan investasi terbesar yang berpusat di Amerika Serikat, saat ini tengah bersiap membangun laboratorium inovasi blockchain yang berlokasi di Yunani. Pengumuman ini dirilis untuk mencatat keseriusan layanan perbankan investasi asal AS ini dalam menggali potensi terbaik industri kripto.

Menurut rencana, pembangunan lab akan berfokus untuk membantu perusahaan melakukan riset pembuatan aplikasi Onyx, yakni sebuah platform yang diluncurkan oleh bank JPMorgan Chase & Co pada tahun 2020 lalu. Untuk mempercepat pembangunan laboratorium tersebut, JP Morgan bahkan menggelar perekrutan untuk mengisi kekosongan sejumlah posisi seperti kursi kepemimpinan perangkat lunak full-stack, kepala aplikasi seluler, dan manajer teknis.

5. 83% Trader Kripto di Jepang Berniat HODL Koin Mereka Tahun Ini

Sebuah survei terbaru menguak fakta bahwa lebih dari delapan dari sepuluh trader kripto di Jepang mengatakan mereka berniat untuk HODL koin mereka tahun ini. Survei ini dilakukan pada bulan Januari tahun ini oleh perusahaan media Zero Accel yang berbasis di Tokyo. Dalam prosesnya, mereka berbicara dengan 330 hodler kripto dari 47 provinsi di Jepang. Zero Accel menjelaskan dalam siaran pers-nya bahwa 82,7% dari semua pemegang kripto mengatakan bahwa mereka “berniat untuk terus memegang” token mereka di masa mendatang.

Tujuh dari sepuluh partisipan mengakui bahwa Bitcoin (BTC) adalah koin favorit mereka, sedangkan sebagian besar sisanya menyatakan bahwa Ethereum (ETH) adalah token favorit mereka. Pemegang kripto yang disurvei berada pada rentang usia antara 20-60 tahun, dan terdiri dari 228 pria dan 102 wanita.

Demikian rangkuman berita dari industri kripto & NOBI selama sepekan terakhir ini. Nantikan berita-berita menarik lainnya di edisi Crypto This Week berikutnya!

Apakah artikel ini bermanfaat bagi kamu?

Bagikan :

Popular Tags

Trading
Market Analysis
Learn
Investment
Getting Started
English
Crypto News
Crypto
Blockchain
Bitcoin
Altcoins

Moving Your Crypto Forward in One App

Artikel Terkait​

Crypto This Week: Hydra Pay Segera Meluncu...

Crypto This Week: Siap-siap! Setelah PEPE,...

Crypto This Week: Koin PEPE Catat Reli Men...

Crypto This Week: XRP Dinilai Punya 'Setup...

Crypto This Week: Siap-Siap! Polygon Labs ...

Crypto This Week: Para Whale Gencar Akumul...